Destination

Area Kota Gede, Pleret, & Imogiri

06 Dec, 2020 07:01 WIB | Districts Bantul | 49 views
Area Kota Gede, Pleret, & Imogiri

Yogyakarta, selalu istimewa. Salah satu provinsi di Indonesia, yang memiliki objek wisata lengkap. Mulai dari keindahan alam, wisata budaya sampai dengan wisata sejarah yang kaya akan nilai-nilai religiusnya yang menarik untuk diketahui. Termasuk sejarah yang meliputi tiga daerah di Yogyakarta ini, yaitu, Kota Gede, Imogiri dan Pleret.


Kali ini, kita terlebih dahulu mengunjungi makam Raja Mataram, menariknya, makam Raja Mataram ini terbagi atas dua daerah, yaitu di Kota Gede dan di Imogiri. Makam Raja Mataram, di Kota Gede terletak di Dusun Dondongan, Desa jagalan, Kota Gede, Bantul.


Untuk sampai ke Makam Raja Mataram di Kota Gede, anda bisa memilih beberapa moda transportasi. Jaraknya hanya 7 kilometer dari pusat kota, anda bisa menggunakan kendaraan roda dua, atau roda empat, anda juga bisa memanfaatkan Trans Jogja.


/Volumes/MAYANGWORK/KEMENPARKRAF/DIY/DIY/KOTA GEDE, PLERET, DAN IMOGIRI/APPS/VIRTUAL TOUR/ALL FOTO/IMOGRI (ERIC) 3.jpg


Jika anda bermalam di Kota Gede, anda bisa memanfaatkan Becak, yang banyak tersedia di kawasan pasar Tradisional Kota Gede. Pilihan kedua, naiklah Delman. Selama perjalanan anda bisa sembari menikmati bangunan kuno di kiri dan kanan anda, menarik bukan? Jam operasional Makam Raja Mataram, adalah Senin, kamis, Jumat dan Minggu, mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. 


Bicara tentang Kerajaan Mataram, dahulu terdapat dua kerajaan yang berjaya di Yogyakarta. Adalah Mataram Kuno yang berdiri sekitar abad ke 8, masa kerajaan ini mengalami kemakmuran, terbukti dengan berdirinya Candi-candi megah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.  dan Mataram Islam, yang berdiri pada abad ke 17. Jika peninggalan Mataram Kuno berupa Candi, Mataram Islam meninggalkan wisata religi.


Ketika sampai, anda akan disambut Gapura tinggi yang masih kokoh berdiri, dengan sentuhan arsitektur Hindu yang bernama Gapura Paduraksa. Setiap gapura memiliki pintu kayu tebal, dihiasi ukiran nan indah, dijaga oleh para Abdi dalem. Sebelum memasuki area makam, terlebih dahulu, melewati tiga Gapura. 


Layaknya mendatangi kediaman Raja, untuk berziarah ada beberapa peraturan yang harus anda ketahui. Baik wanita dan laki-laki, wajib mengenakan pakaian adat Jawa. Pakaian wanita, diwajibkan untuk mengenakan kain jarik sebahu (seperti menggunakan kemben), sedangkan untuk laki-laki juga menggunakan kain jarik dengan atasan seperti abdi dalem, jangan khawatir jika anda tidak memilikinya, di lokasi terdapat penyewaan pakaian. Pengalaman yang sangat menarik, berziarah dengan menggunakan pakaian adat para Abdi dalem Kerajaan Jawa kuno.


Selain itu, yang patut anda perhatikan ketika ingin berziarah kesini adalah, bagi wanita yang sedang berhalangan (menstruasi) tidak diperkenankan untuk memasuki area makam. Juga tidak disarankan untuk menggunakan perhiasan.

Untuk menghormati privasi makam para Raja, anda dilarang untuk memotret di area makam. Adapun Raja yang dimakamkan disini, adalah Sultan hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati serta keluarganya.


/Volumes/MAYANGWORK/KEMENPARKRAF/DIY/DIY/KOTA GEDE, PLERET, DAN IMOGIRI/APPS/VIRTUAL TOUR/ALL FOTO/SENDANG SELIRAN.JPG


Masih dari kompleks makam, terdapat Sendang Seliran. Antara makam dan sendang dihubungkan oleh Gapura. Sendang Seliran atau tempat pemandian, yang merupakan cagar budaya peninggalan Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati. Sendang Seliran, terdapat dua area yaitu, Sendang Kakung di bagian Barat, dimana sumber airnya mengalir dari bawah area makam, menariknya terdapat ikan Lele putih berukuran besar yang hidup di Sendang ini. Dan Sendang Putri di bagian Selatan, sumber airnya berasal dari pohon Beringin yang terletak di jalan menuju kompleks Makam. 


Di Dalam kawasan Makam Kota Gede, terdapat Masjid Gedhe Mataram, adalah salah satu masjid tertua di Yogyakarta. Anda bisa berjalan di lorong nya sembari menapaki sejarah masa lalu kejayaan Kerajaan Mataram.


Masih di Kota Gede, terdapat salah satu Masjid yang ikonik, dibangun sebelum Indonesia merdeka. Dimana didirikan oleh tiga tokoh Muhammadiyah, yaitu H Mashudi, H Mudzakir dan KH Amir. 


Masjid Perak, berada di Jalan Mondorakan Blok KG No. 11, Kampung Trunojayan, Kelurahan Prenggan, Kota Gede Yogyakarta. 


/Volumes/MAYANGWORK/KEMENPARKRAF/DIY/DIY/KOTA GEDE, PLERET, DAN IMOGIRI/APPS/VIRTUAL TOUR/ALL FOTO/MASJID PERAK.JPG


Masjid perak didirikan pada tahun 1937, arti nama Perak sendiri, diambil dari bahasa Arab “Firaq” yang memiliki arti memisahkan atau membedakan. Masjid perak berdiri diatas lahan sebesar 800 meter persegi, menampung sekitar 400 jemaah. Ruang Utama Masjid berukuran 100 meter persegi, dengan atap berbentuk Joglo, dengan empat tiang penyangga berbentuk bulat. Serambi Masjid berbentuk limasan dengan jendela besar di sisi kiri dan kanan.

Pembangunan Masjid Perak sendiri memakan waktu selama tiga tahun, resmi digunakan pada tahun 1940. Namun,  pada tahun 2006 sempat mengalami renovasi total, dikarenakan gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan amat parah.


Beranjak dari Kota Gede, kita menuju kawasan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Makam Raja Mataram pun ada yang berada di Imogiri. Lebih tepatnya di Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, kira-kira jaraknya 16 kilometer, dari Keraton Ngayogyakarta.


Sampailah anda di Makam Imogiri atau Pesarean Imogiri. 


Berbeda dengan makam pada umumnya, Makam Raja Imogiri berada di atas area perbukitan, yang masuk gugusan Pegunungan Seribu. Untuk mencapai area pemakaman, anda terlebih dahulu menaiki tangga ratusan anak tangga. Gapura dan anak tangga menuju makam, membentuk satu garis lurus, dimana gapura menjadi batas wilayah bagi area pemakaman. Catat hari dan jam operasionalnya yaitu,  Senin dan Minggu buka pukul 10.00 WIB, dan Jumat pukul 13.00 WIB.


Pemakaman Raja Mataram ini, dibangun sekitar tahun 1962 pada masa pemerintahan Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo (1613 - 1645), yang merupakan keturunan dari Panembahan Raja mataram I. Pembangunan kompleks makam, dipimpin oleh Kyai Tumenggung Citrokusumo, dengan perpaduan arsitektur Hindu dan Islam, dicirikan dengan batu bata merah. 


Sama seperti di Makam Mataram Kota Gede, disini pun anda diwajibkan memakai pakaian adat Abdi dalem Jawa kuno, disini tersedia untuk disewakan, jadi jangan khawatir yaaa. 


Sebelum memasuki area Kasultanagungan, anda akan melewati beberapa area. Area pertama, ditandai dengan Gapura Supit Urang, tempat dimana para Abdi dalem dimakamkan.


Area kedua, merupakan area semi sakral, yang bernama Srimanganti, ditandai dengan Gapura Paduraksa (gapura beratap, terdapat daun pintu yang bisa buka-tutup, terdapat ornamen sayap). 


Selanjutnya area sakral, bernama Kedhaton. Di area Srimanganti dan Kedhaton inilah, tempat disemayamkannya para Raja beserta keluarganya. 


Pesarean Imogiri, menjadi saksi kejayaan Kerajaan Islam Mataram hingga kesultanan Yogyakarta, bersama kisah kepemimpinan para Raja. Semuanya terpatri di atas area perbukitan puncak Imogiri.



Download PDF